Sesuai judul postingnya, sepertinya ini akan menjadi postingan terakhiran di tahun 2011.
Mari kita tarik nafas dan hembuskan nafas perlahan sejenak. *inhale exhale*
2011. Tahun yang penuh pelajaran buat saya. Benar-benar tahun yang tidak mungkin saya lupakan. Mulai dari kisah cinta, persahabatan, keluarga, dan kisah-kisah lainnya. Roda kehidupan bergerak sedemikian cepatnya, naik turun, di atas dan di bawah. Terkadang hingga membuat diri ini ingin menyerah dan putus asa. Tapi ternyata posisi dimana saya berada di bawah dan terpuruk itu malah yang membuat saya bangkit dan tegar.
Dan saya sadar, Tuhan memang benar-benar Maha Mengetahui dan Maha Adil. Tuhan memang Maha Pemurah, Maha Penyayang. Alloh Subhanahu wa ta’ala. Dia menyanyangi saya. Dia ingin saya kembali ke jalan-Nya dengan memberi teguran dan ujian melalui kejadian-kejadian yang terjadi di tahun 2011 ini. Alloh memang memenuhi janjiNya, bahwasanya Dia memberikan ujian dan cobaan sesuai kemampuan hambaNya.
Begitu banyak orang yang saya sakiti di tahun ini. Begitu banyak air mata yang keluar karena sikap dan perbuatan saya di tahun ini. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah saya sakiti tahun ini. Sungguh, setulus hati ini saya minta maaf. Maaf, maaf, maaf. Juga terima kasih karena telah memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Read more…
This book focuses on the major issues that will affect the airline industry as we enter a new millennium. the future development of “open skies”, the cutting of labour costs, the virtual airline, global alliances, state aid and the emergence of low cost operators are analysed with a view to how these phenomena influence the options open to airline managers into the new century.
Click here to download
Kopi Tiam Oey Bintaro, Jumat, 18 November 2011.
Setelah Jabodetabek diguyur hujan pada sore harinya, rasanya butuh ‘mood booster‘ menyambut akhir pekan.
Waitress: “Mau pesan apa, mba?”
Saya: “Itu mas, Roti Taloea.” sambil menunjuk foto Roti Taloea yang terpampang di dinding.
Waitress: “Tapi itu pake telur setengah matang lho, Mba. Untuk kebanyakan orang yang tidak suka telur setengah matang biasanya tidak suka. Tapi kalo mba suka ya nggak apa-apa.”
Saya: “Oooh itu tuh telur setengah matang ya yang kuning-kuning itu. Wah boleh mas, saya pesan 1. Saya malah suka banget sama telur setengah matang. Sama minumnya Ice Bubble Green Tea ya, mas.” jawab saya dengan excited.
Dan tak lama kemudian pesanan pun datang..

Before
5 menit kemudian… Read more…
Akhirnya gw menyempatkan waktu untuk posting ‘sedikit’ momen-momen yang tertangkap kamera saat liburan pendek Solo-Jogjakarta, 28-30 Oktober yang lalu. Kenapa gw tulis ‘sedikit’? Karena memang yang berhasil gw capture ya cuma sedikit :)
Kernetnya Batik Solo Trans perempuan lho…

Menunggu Kereta Prameks di Stasiun Solo Balapan

Read more…
Seperti hari-hari biasanya, aktivitas ‘ngantor’ selalu gw selingi dengan cek timeline twitter. Tapi ada yang tak biasa di timeline pagi ini. Pak Ustadz Yusuf Mansur yang sering mengusung tema “Sedekah” dalam taushiahnya ini, pagi ini membahas tentang Dhuha. Jujur, gw ngerasa ‘tertampar’ banget dengan twit-twitnya tentang Dhuha ini, karena gw termasuk jarang melaksanakan sholat sunnah Dhuha :(
Alhamdulillah setelah gw baca kultwit dari Ust. Yusuf Mansur ini, gw jadi lebih paham dan insya alloh akan lebih rajin Sholat Dhuha.. Amin.. Tapi beneran lho, kalau kita pahami lebih dalam filosofi dan makna dari setiap ibadah/amalan kebajikan baik yang fardlu maupun yang sunnah, jadi berasa lebih ‘nyampe’ gitu misinya, dan keinginan untuk mengamalkannya pun jadi lebih kuat, insya alloh..
Berikut gw cuplik kompilasi kultwit dari @Yusuf_Mansur dengan tagar Dhuha.. (beberapa kata, titik, koma, gw modifikasi biar lebih enak bacanya ya, maklum keterbatasan 140 karakter twit jadi banyak yang disingkat2) Read more…